Home » PAGE 3.2 - Berita Koran » Konferensi Perubahan Iklim, "Meski Tak Sempurna, Hasil Paris Modal Penyelamatan Bumi"

Konferensi Perubahan Iklim, "Meski Tak Sempurna, Hasil Paris Modal Penyelamatan Bumi"

Konferensi Perubahan Iklim Ke-21 di Paris, Perancis, yang berlangsung dua pekan terakhir menghasilkan beberapa kesepakatan yang mengikat 195 negara peserta. Salah satunya, setiap negara wajib berupaya menahan laju kenaikan suhu Bumi 2 derajat celsius atau diupayakan tak mencapai 1,5 derajat celsius.

“Saya melihat reaksi positif, tak ada keberatan. Karena itu, Kesepakatan Paris diterima,” kata Presiden Konferensi Para Pihak Ke-21 (COP 21) Kerangka Kerja Konvensi PBB untuk Perubahan Iklim Laurent Fabius, disambut tepuk tangan meriah peserta konferensi, Sabtu (12/12) malam, pada penutupan COP 21 UNFCCC, di Paris.

Kesepakatan para pihak itu dicapai cukup alot hingga mundur sehari dari jadwal penutupan sidang. Salah satu isu krusial ialah penghentian penggunaan bahan bakar fosil.

Selain itu, angka kenaikan suhu Bumi 1,5 derajat-2 derajat celsius jadi perdebatan alot. Beberapa pihak yang tergabung dalam negara pulau kecil berkembang (SIDS), seperti Filipina dan Solomon, mendesak angka 1,5 derajat celsius. Jika suhu naik 2 derajat celsius, wilayah mereka akan terendam.

Kesepakatan Paris sebagai komitmen global memperbarui Protokol Kyoto 1997 itu jadi jalan tengah banyak kepentingan negara atau pihak. Keberhasilan mengajak Amerika Serikat dalam kesepakatan itu dinilai langkah maju, memberi harapan keseriusan negara-negara maju berpartisipasi menurunkan emisi.

Presiden AS Barack Obama, di Gedung Putih, Washington, memuji capaian Kesepakatan Paris. Bahkan, itu jadi kesempatan terbaik menyelamatkan planet Bumi dari efek perubahan iklim.

Namun, menurut aktivis lingkungan, hasil COP 21 Paris belum memuaskan. Sebab, negara maju belum sepenuhnya diminta bertanggung jawab atas pelepasan emisi yang berdampak pada warga di negara berkembang.

“Bagi politisi, ini kesepakatan adil dan ambisius, tetapi ini sebaliknya. Kesepakatan ini pasti akan gagal dan masyarakat ditipu,” kata Dipti Bathnagar, aktivis Friends of the Earth International. Masyarakat terdampak dan rentan pada perubahan iklim seharusnya mendapat hal lebih baik dari kesepakatan itu. Namun, Konferensi Paris dinilai tak memenuhi harapan itu.

COP Paris terkait komitmen nasional setiap negara menekan emisi sukarela, tak mengikat secara hukum. Capaian ditinjau ulang tiap lima tahun. Poin lain, pendanaan iklim 100 miliar dollar AS. (REUTERS/AFP/ICH)

Advertisements

Darkwin Web's Official

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s