Home » PAGE 5.4 - Domestik Politik » Pilkada DKI 2017 » Pilkada DKI 2017, Ahok Ditantang 7 Tokoh Ini

Pilkada DKI 2017, Ahok Ditantang 7 Tokoh Ini

2016-06-13-11-23-32_7 tokoh_thumb_634_350_cPara Ulama yang tergabung dalam Majelis Pelayan Jakarta, menawarkan alternatif pilihan kepada masyarakat calon gubernur DKI Jakarta yang lain.

JAKARTA – Calon petahana Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dalam Pilkada DKI 2017, mendapat tantangan baru. Sejumlah tokoh nasional berbasis Islam bersatu untuk merebut tahtanya. Oleh karena itu, para ulama yang bergabung dalam Majelis Pelayan Jakarta (MPJ) mendorong 7 tokoh Islam maju Pilgub DKI 2017.

Mereka menyebut tujuh tokoh tersebut sangat layak memimpin DKI Jakarta. Demikian disampaikan Sekretaris Badan Pekerja MPJ Iwel Sastra, Senin (13/6/2016). “Mereka yang terpilih sudah dihubungi dan dikomunikasikan. Tujuh nama ini kita tawarkan kepada publik,” katanya.

7 Tokoh Islam yang dinilai layak memimpin DKI Jakarta sebagai berikut:

  1. H. Adhyaksa Dault, SH, M.Si,
  2. DR. Ir. H.M. Nurdin Abdullah, M.Agr
  3. Sandiaga Salahuddin Uno M.B.A.,
  4. Letnan Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin.,
  5. H. Suyoto M.Si (Kang Yoto),
  6. Dr. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.Sc,
  7. Ustaz Yusuf Mansur.

Menurut Iwel, tujuan pengajuan ketujuh nama ini, bukan untuk melawan cagub incumbent Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Namun sebagai upaya untuk menyampaikan bahwa masih banyak tokoh muslim yang bebas korupsi dan punya kapasitas untuk memimpin DKI.

Setelah ini, MPJ akan terus melakukan sosialisasi di tengah masyarakat. Mereka juga akan komunikasi dengan partai politik untuk memastikan tokoh yang direkomendasikan diusung di Pilgub DKI.

“Ada komunikasi dengan parpol. Kita harapkan akan diusung parpol yang tidak berafiliasi dengan Ahok. Tentu akan ada survei popularitas elektabilitas dan sebagainya. Nanti di antara tujuh itu akan didorong MPJ untuk maju Pilgub DKI,” pungkasnya.

Pro Kontra

Dari ketujuh nama yang diusung MPJ, tiga di antaranya merupakan kandidat cagub yang diusung oleh Partai Gerindra. Partai ini pun mendukung langkah MPJ. Tiga kandidat cagub Partai Gerindra masuk semua di 7 nama itu, yakni Sandiaga, Sjafrie, dan Yusril.

Waketum Gerindra Arief Poyuono menegaskan menyambut menyambut wacana tersebut. Melihat adanya dorongan para ulama terhadap tokoh Islam, ia pun menyebut bahwa Pilkada tidak bisa terlepas dari masalah keagamaan. Arief pun yakin MPJ memilih tujuh tokoh Islam itu juga berdasarkan kemampuan dan kapasitas yang dimiliki mereka. “Saya yakin para ulama memilih bukan hanya sekedar masalah keyakinan atau agama, tapi juga karena kemampuan, juga keinginan mayoritas warga Jakarta,” imbuh Arief.

Soal wacana yang diajukan MPJ, disebutnya memang ada kaitan dengan Gubernur DKI petahana Basuki T Purnama (Ahok). Namun bukan karena Ahok yang tidak berlatar belakang muslim. “Bukan karena Ahok orang Kristen, selama ini ada banyak kata-kata yang tidak santun yang sering diungkapkan oleh Ahok. Saya yakin, faktor primordial sangat kuat di setiap pilkada,” tuturnya.

Namun demikian, Hanura yang mendukung Ahok tidak gusar. Mereka menilai ketujuh tokoh Islam itu belum mengancam posisi Ahok untuk merebut kursi DKI 1 2017 mendatang. “Tujuh nama itu kan pilihan para elit, sedangkan masyarakat Jakarta berdasarkan survei lebih cenderung memilih Ahok,” papar Tim Pilkada DKI dari Hanura Dadang Rusdiana, Senin (13/6/2016).

“Silahkan lihat hasil survei, rata-rata elektabilitas para calon tersebut tidak akan melampaui 15 persen,” sambung sekretaris Fraksi Hanura itu.

Hanura pun didukung oleh Golkar. Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Agung Laksono menilai seharusnya hal utama yang dilihat adalah soal prestasi dan kemampuan calon yang dimiliki. “Jangan dilihat dia dari latar belakang sekolahnya apa, agamanya apa, suku apa, etnis apa. Tapi apa prestasinya, kemampuannya, apa visi misinya,” ungkap Agung.

Untuk mencalonkan tokoh maju sebagai cagub DKI, menurutnya juga perlu dilihat bagaimana konsep tokoh tersebut dalam membangun Jakarta. Agung menilai agama dan kemampuan seseorang untuk menjadi pemimpin tidaklah berkesinambungan.

Mantan Waketum Golkar ini memberi sambutan positif jika partainya mendukung Basuki T Purnama untuk maju kembali sebagai gubernur DKI. Agung tidak mempersoalkan meski pria yang akrab disapa Ahok itu tidak memiliki latar belakang Islam. “Kalau Ahok akan diusung Partai Golkar, saya setuju. Enggak ada masalah (agamanya bukan Islam). Sepanjang dia WNI, dan dia beragama saya kira itu hak dia (untuk maju di Pilgub DKI),” tegas dia.


Darkwin Web's Official

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s