Home » PAGE 5.7 - ISLAM dan Muslim Indonesia » Khazanah Ramadhan » Penggunaan Pengeras Suara Perlu Ditata

Penggunaan Pengeras Suara Perlu Ditata

“Penataan pengeras suara harus muncul dari kesadaran masyarakat sendiri” | Imbauan untuk bijaksana dalam menggunakan pengeras suara di masjid, khususnya pada bulan Ramadhan, memang sudah seharusnya dilakukan. Direktur Jenderal (Dirjen) Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kementerian Agama (Kemenag) Prof Machasih menilai, imbauan dari Dewan Masjid Indonesia (DMI) itu tepat dan baik.

“Manfaatnya (pengeras suara) memang banyak, seperti untuk azan dan pengumuman. Meski begitu, harus diatur agar tidak ada yang terganggu, kecuali untuk yang perlu-perlu saja,” ujar Machasin kepada Republika, Rabu (15/6).

Selama ini, dia mengakui, pengeras suara yang digunakan masjid memunculkan persoalan. Penggunaan yang berlebihan dapat mengganggu sebagian orang. Beberapa masjid menggunakan pengeras suara untuk pengajian, tilawah, shalawatan, dan wiridan secara berlebihan dan terus menerus, bahkan pada jam istirahat warga.

Mengenai hal tersebut, kata Machasin, merupakan pengecualian. Dia menilai, tidak masalah jika memang masyarakatnya tidak mempersoalkan. “Begitu pun harus diatur agar tidak ada yang terganggu, kecuali untuk yang perlu-perlu,” Machasin menambahkan.

Dia juga menilai, tidak semua warga terganggu dengan penggunaan pengeras suara secara terus menerus dalam kegiatan keagamaar pada bulan Ramadhan. Contohnya, kata dia, sebagian daerah, seperti di Madura (Jawa Timur) yang menganggap suara keras shawalat dan wirid dari masjid merupakan hal biasa.

Sebelumnya, Wakil Ketua DMI Masdar Farid Mas’udi mengaku, telah lama mengeluarkan imbauan agar masjid menggunakan pengeras suara seperlunya saja. Imbauan itu dikeluarkan karena banyaknya keluhan warga yang merasa terganggu dengan penggunaan pengeras suara secara berlebihan. Beberapa masjid pun sepakat, cukup azan yang diperdengarkan melalui pengeras suara.

Menanggapi imbauan itu, Ketua Takmir Masjid al-Azhar Jakarta, Sobah Muhammad Syamsi, memahami adanya keluhan warga akibat gangguan penggunaan pengeras suara berlebihan.”Saya sendiri cenderung menggunakan sewajarnya, artinya untuk azan,” kata dia.

Menurutnya, sudah waktunya ada penataan untuk penggunaan pengeras suara dalam herbagai kegiatan keagamaan. Suara yang keras, kata dia, cukup didengar di dalam masjid, kecuali untuk azan. “Artinya disesuaikan dengan kegiatannya, tidaksentna di aasang speaker ke luar.”

Untuk penataannya, tidak harus dilakukan oleh pemerintah. Tapi, lanjutnya, penataan itu harus muncul dari kesadaran masyarakat sendiri. Contohnya, di beberapa daerah ada yang tidak terganggu dengan penggunaan pengeras suara secara berlebihan, karena terbiasa. Maka, pengaturannya bisa disesuaikan dengan keinginan warganya, bahkan menjadi tradisi. “Tidak bisa digeneralisir di semua tempat. Kalau dilarang, akan memunculkan persoalan di masyarakat tersebut,” ujarnya.

Dia menilai, imbauan DMI itu lebih ke masjid-masjid di daerah perkotaan. Masyarakat di daerah tersebut lebih beragam, baik etnis mau pun agamanya.

Sementara itu, Pengurus Masjid Nurul Jadid, Dusun Banjeru, Gapura Tengah, Sumenep, Madura, Masturi, mengakui beberapa warga merasa terganggu dengan pengeras suara yang berlebihan. Namun, ketika Ramadhan, kata dia, mayoritas masjid menggunakan pengeras suara untuk tadarus dan membangunkan sahur. “Memang perlu ditata di jam-jam tertentu seperti di siang hari.”

Kondisi saat Ramadhan, lanjut dia, memang tak bisa dipungkiri ada sejumlah masjid yang mengumandangkan tadarus dengan keras hingga tengah malam. Kondisi itu sudah berlangsung sejak lama. Imbauan DMI tentang penggunaan pengeras suara di masjid sudah cukup baik. Namun, dia menilai, sudah saatnya ada pengaturan dan penataan dalam penggunaannya.

Advertisements

Darkwin Web's Official

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s