Home » PAGE 5.8 - Provinsi DKI Jakarta » Jakarta Pusat kok Raih Adipura

Jakarta Pusat kok Raih Adipura

img_20160301141834_56d5424a8b9c4KOTAMADYA Jakarta Pusat yang meraih Piala Adipura diragukan warganya sendiri sebab banjir dan sampah dari keberadaan pedagang kaki lima (PKL) liar masih menjadi persoalan besar.

Misalnya, masalah genangan air yang masih dan baru terjadi di wilayah Sawah Besar. Andi, 46, warga Jalan Kartini V, Sawah Besar, Jakarta Pusat, mengutarakan lingkungannya sampai saat ini belum juga bebas dari ancaman banjir saat turun hujan. Penyebabnya pun sama, yakni dipicu saluran air yang kerap tersumbat akibat tumpukan sampah.

Masalah ini, ungkap Andi, sudah disampaikan kepada pihak kelurahan dan kecamatan setempat. Bahkan, warga sudah beberapa kali membersihkan saluran air secara gotong-royong. Namun, sampah kembali datang hingga kerap memicu banjir.

“Aneh aja Jakarta Pusat bisa dapat Adipura. Memang masalah sampah sudah selesai? Sabtu (16/7) kemarin aja kita kebanjiran lagi,” ketus Andi, kemarin.

Aris, 40, warga Kebon Melati, Tanah Abang, mengutarakan pendapat serupa. la menilai kawasan Tanah Abang yang berbatasan dengan pasar terus terdampak ceceran sampah. Hal itu terjadi lantaran penanganan oleh petugas terkait terkesan lambat. Saat hujan turun, banyak sampah yang datang hingga ke permukiman warga.

“(Piala Adipura) gimana menilainya? Memang Tanah Abang sudah bersih? Coba lihat aja saluran air dan kali (sungai)-nya. Apalagi di belakang Pasar Kebon Melati. Got-nya penuh sampah. Kita juga jadi sering kebanjiran,” kesalnya.

Bagi Wali Kota Jakarta Pusat, Mangara Pardede, penghargaan Adipura yang didapatkannya tahun ini merupakan hasil kerja keras banyak pihak. Jajaran Pemkot Jakarta Pusat bersama warga yang tetap bersemangat menjaga kebersihan lingkungan. Terlebih, ada dukungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

“Kita mendapatkan dua penghargaan bergengsi ini tidak mempersiapkan secara khusus. Kita sudah rutin bekerja keras yang selalu dimotivasi oleh Pak Gubernur (Basuki Tjahaja Purnama) menciptakan Jakarta Baru,” ungkapnya.

Menurut Mangara, keberhasilannya meraih penghargaan bukan tujuan utama. Namun, penggalangan kebersamaan dan memberikan pengabdian kepada masyarakat ialah yang terbaik. Tekad tersebut yang kini berbuah manis, yakni meraih penghargaan dalam tata kelola pemerintahan dalam menjaga lingkungan. Ke depan, pihaknya akan terus menjaga kekompakan antara jajarannya dan warga.

Seperti diketahui, Jakarta Pusat merupakan satu dari tujuh kota besar di Indonesia yang mendapatkan Piala Adipura, antara lain Surabaya, Tangerang, Semarang, Palembang, Bandung, dan Makassar. Penghargaan tersebut akan diberikan oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) di lapangan Istana Raja Siak, Riau pada Jumat (22/7) mendatang. (Deni Aryanto/J-3)


Darkwin Web's Official

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s