Home » PAGE 2.6 - Family » Darkwin Quote

Category Archives: Darkwin Quote

Istilah ‘Ogut’ yg Masih Kita Dengar

ogutTVRIDalam suatu percakapan atau obrolan chat ringan di social media, seorang sahabat menuliskan kata ‘saya/aku’ dengan kata ‘Ogut’. Kedengaran agak lucu sih, tapi kesannya jadul banget ya. Jadi inget jaman TVRI nayangin film Si Ogut yg gendut dan kocak itu lowh. Penasaran ngulik nyari padanan kata tsb di buku kamus bahasa Indonesia pun gak nemu. Tapi di Mbah Google, nemu istilah tsb di ‘bahasa gaul’.

Kata ‘Ogut’ adalah salah satu bahasa gaul yang sudah muncul sejak awal 70-an. Awalnya digunakan para “bromocorah” agar orang diluar komunitas mereka tidak mengerti, jadi mereka tidak perlu sembunyi-sembunyi jika membicarakan hal yang negatif. Lama kelamaan kebiasaan itu mulai ditiru oleh anak-anak remaja usia belasan tahun, bahkan menjadi semakin bervariatif kosakatanya misalnya kata “saya”yang dalam dialek jakarta atau betawi menjadi “gue”berubah menjadi “ogut” atau “gout”.

Anda mau jadi teman Cak Lontong?

“Met Lebaran ya”

[Cerita Idul Fitri] Seorang teman mention seperti ini, “Met Lebaran ya“. Langsung gue mention balik, “Gue gak lebaran, bro! Gue agak langsing kok sekarang. Gak lebar-lebar amat sih hehehe.”

Otaknya Kosong Tertutup Ego-nya Sendiri

BtzXHx0CcAEJpZgKetika orang berfikir dan menyampaikan pendapatnya dengan ‘membabi buta’ (menulis tanpa titik, koma, spasi atau tanda baca lainnya –red), sesuangguhnya ia siap ‘menerkam’ lawannya, tentu dengan kata-kata tersebut. Apa yang kita lihat, banyak terjadi berseliweran di social media. Entah ingin dibilang paling benar pendapatnya atau hanya membalas atas issue yang diangkat. Seketika itu dia lupa, dengan mengesampingkan pendapat orang lain, membuktikan bahwa otaknya [memang] kosong tertutup ego-nya sendiri.

“Yang terbaring lemah ..”

Nafas yang terengah-engah, jerit kesakitan akibat selang yang terpasang di seluruh badan. Meronta-ronta berusaha menarik seluruh selang yang saling terhubung. Berhari-hari sudah dilalui di ruangan yang tidak begitu besar. Berjam-jam sepanjang malam, berhari-hari di lalui dengan ditemani sang keluarga tercinta, menjaga dan memastikan selang-selang tersebut berfungsi sebagaimana mestinya.

Meeting Nafsi-nafsi

Gilingan! Ceritanya diajak meeting, karena suatu hal pindah tempat-lah kita ke tempat lain, sebut saja di Starbuck Cafe yang gak jauh dari tempat awal kita meeting. Setelah duduk, lanjut obrolan meetingnya. Gak ada yang nawarin minum nih? “lah die pesan cuman buat dirinya sendiri. Nawarin juga kagak!”

 

“Menyelinap dalam rombongan”

Lawan itu tak selalu datang dari depan (front), meraka mampu menyelinap diantara barisan dan ikut dalam rombongan. Perlahan mereka hembuskan issue ke ‘aku’an sebagai bola yang akan dipatahkan disudut lawan.