Home » Darwin Darkwin’ Profile

Darwin Darkwin’ Profile

Darwin_ (1111)Sebuah ikon idea nama ini tercipta dari asal kata ‘Darwin’ yang merupakan nama lengkap pria kelahiran Jakarta 13 Mei 1981. Agar lebih terdengar familiar dan lebih bersahabat, dilengkapilah menjadi Darwin Darkwin. Menikah dengan Devia Puspasari pada Oktober 2014 lalu dan saat ini telah dikaruniai seorang anak laki-laki, Syailendra Sakha Pradipta yang lahir pada November tahun 2015.

Darwin Darkwin adalah pegiat social media dan blogger amatiran yang menjadikan media social khususnya blog ini sebagai media ekspresi dalam menciptakan idea-idea kreatif. Tak sedikit media visual berupa gambar menjadi torehan untuk menikmatinya.

Menyadari sebagai insan manusia yang jauh dari kata sempurna, meningkatkan kemampuan dengan belajar dan terus belajar dimanapun dan kapanpun menjadi apa yang terus dilakukan. Jenjang pendidikan pada sekolah tinggi mungkin tak dapat direngkuhnya, namun bisa dikatakan beruntung dalam dunia pekerjaan. Bagaimana tidak, kesempatan belajar dapat ditemui dari orang-orang yang mau dengan senang hati berbagi ilmu. Terbukti, di dunia pekerjaan yang saat ini dilakukannya, dengan berstatus terakhir hanya ijazah SMA, bermulai dari bawah, dia mampu survive dengan posisi yang saat ini bisa dikatakan cukup dengan penghasilan baik diatas standar SMA itu. Tentu perjalanan menuju itu bukan hal yang mudah juga. Mulai menjadi officeboy, messenger sampai pindah lagi sebagai staf tracking di perusahaan swasta di Jakarta. Dan sekarang ini, di percaya memegang sebuah project media tracking dan monitoring.

Dalam karakteristiknya memang agak susah ditebak dan katanya sih orangnya agak sedikit misterius. Karena itu, bagi orang yang baru mengenal orang ini, kudu menebak-nebak bagaimana cara ia beradaptasi dan bergaul. Bersosialisasi atau hanya sekadar berteman, semua orang mampu melakukannya. Tapi bagaimana kita membangun pertemanan yang mampu memberi mafaaat untuk kita dan orang sekitar. Apalagi dalam dunia keterbukaann dan social media yang sangat kompleks ini, berteman kudu ada filteralisasi. Namun jauh dari pada itu, bilamana sudah mengenal lebih jauh orang ini, tentu akan merasa nyaman dan ‘saling mengisi’ kalau orang bilangnya ..

Metamorphosis kehidupan yang harus terus dijalani. Perjalanan hidup yang memang tidak dapat kita prediksikan, bahkan kita sendiri tidak tahu kedepannya akan menjadi atau seperti apa. Niat saja tidak cukup untuk merubah suatu alur kehidupan, butuh kekuatan ekstra yang harus dikembangkan untuk belajar dan survive. Butuh kemampuan bersosialisasi untuk mengembangkan jaringan pertemanan yang positif untuk meng-exsplorasi sumber yang ada. Pertemanan yang ada dengan mudah bisa kita jalin melalui media jejaring sosial yang ada. Dengan teknologi yang berkembang saat ini, jaringan itu bisa kita rangkai dalam satu network.

Dalam kegiatannya, sampai saat ini mendedikasikan paruh waktunya bekerja di perusahaan swasta dibilangan Jakarta Selatan. Flashback cerita tentangnya, sejak lulus SMA di tahun 2000, bekerja sebagai officeboy diperusahaan swasta sampai pada pertengahan tahun 2010 dan mendapat kesempatan ‘melompat’ ke dunia pekerjaan yang baru yaitu bergabung diperusahaan bidang jasa media monitoring. “Ya, butuh sekian waktu yang cukup lama untuk bisa melompat ke dunia yang baru – yang pasti harus lebih baik tentunya. Kesempatan yang ada harus digunakan sebaik mungkin, walau dihadapkan dengan dunia yang berbeda dengan pekerjaan sebelumnya, dengan kemampuan dan keahlian yang saya miliki, yakin saya bisa menghadapi tantangan dunia baru itu ..” keyakinan itu yang menguatkan saya.

Kita percaya, dalam keyakinan, selama kita menyikapi bahwa ilmu adalah suatu mukjizat yang harus dietruskan dan dikembangkan, tentu menjadi jalan bagi kita untuk menghadapi kerasnya kehidupan ini dan tentu juga akan menjadi tabungan ibadah bagi kita semua.

Masa Kanak-kanak

Masa kecil dihabiskan di Jalan Bonang, suatu daerah padat hunian di Matraman Jaya, Jakarta Pusat. Bersama 5 saudara lainnya tinggal dan menempati rumah yang bisa dikatakan ‘hanya titipan’ orang tua dari Haji Abdul Hamid. Tinggal disana, orang tua diberikan ‘tugas’ merawat Ki Adul — sapaan Haji Abdul Hamid dalam menghabiskan masa tuanya, kita merawat dengan kasih sayang layaknya sebagai orang tua sendiri. Hingga sepeninggalnya Ki Adul pada tahun 1993, kita ‘migrasi’ kehidupan tinggal dikontrakan di Jalan Tambak, yang jaraknya tidak jauh dari sekitaran situ. Dengan nomeden seperti itu, dengan segala keterbatasan, kita harus bisa survive menjalani bersama keluarga. Sampai pada tahun 1997, kita migrasi [lagi] ke Lenteng Agung di Jakarta Selatan. Di Lenteng Agung juga sifatnya masih mengontrak dilahan yang tidak cukup besar, dan Alhamdulillah bisa menampung semua anggota keluarga.

1c771-87654323ii

Pendidikan Sekolah Formal

Menegenai pendidikan formal, pernah bersekolah di SD Negeri Pegangsaan 02, Jakarta [1989-1994] yang berada di Jalan Cikini Ampiun, belakang pasar buah Cikini, Jakarta Pusat. Memang, sekolah itu bukan sekolah favorite dan agak sedikit kumuh, tapi justru itulah yang memberikan nuansa khas yang tak dijumpai pada sekolah lain. Dari sisi akademis, saat SD ini, Darwin termasuk siswa yang mempunyai prestasi diatas rata-rata dari teman-temannya disekolah. Mendominasi juara kelas dan peringkat 1 dikelasnya. Pengalaman di SD yang tak terlupakan adalah pada tahun 1994 awal, pernah diutus juga oleh sekolah, dalam satu tim ikut Cerdas Cermat tingkat SD di TVRI.

Melanjutkan sekolah ketingkat berikutnya di SMP Negeri 8 Jakarta [1994-1997] Jalan Pegangsaan Barat No 1, Jakarta Pusat. Berdasar pengalaman, masa SMP adalah masa yang ‘nanggung’ kalau kata orang bilang. Dewasa belum waktunya tapi juga gak mau dibilang kayak anak kecil. Dengan seragam putih-biru dan celana sedengkul, jaman SMP menjadi jaman yang peralihan anak-anak ke dewasa. Jerawat pun pada masa ini tumbuh dengan lebatnya …

Melanjutkan sekolah berikutnya, ditahun 1997-2000 di SMA Negeri 24 Jakarta yang terletak di Jalan Lapangan Tembak Senayan, Jakarta Pusat. Nah masa ini yang sangat berkesan. Antara kenakalan, coba-coba, pertemanan, kenal sama lawan jenis, dan ikut kegiatan-kegiatan organisasi. Itu semua campur aduk. Makanya bisa dibilang ‘paling berkesan’ diantara tiga tingkatan sekolah itu.

Selepas SMA, kuliah? Gak! Niat kuliah memang selalu ada, namun kondisi keluarga khususnya orang tua tak mampu melanjutkan karena urusan biaya. Masih ingat sekali, saat SD sampai SMA mendapat bantuan beasiswa dari berbagai instansi dan LSM. Waktu SD dahulu menjadi anggota anak asuh (GNOTA) yang diinisiasi oleh yayasan sosial (Pelita Harapan kalau gak salah namanya). Yayasan ini memberikan bantuan dana segar untuk biaya sekolah. SMP lupa masih terima atau kagak, namun saat SMA dari Bank Dunia mendapat bantuan dana untuk biaya sekolah. Termasuk mendapat keringanan biaya 50% dari sekolah.

Pengalaman berorganisasi

Tahun 1998, saat berada di bangku sekolah kelas 2 SMA, pernah menjadi anggota Purna Paskibraka Indonesia Kota Jakarta Pusat atau disingkat PPI-JP yang pada tahun tersebut bertugas mengibarkan bendera Merah Putih saat 17 Agustus di lingkungan Kota Administrasi Kota Jakarta Pusat. Proses bergabungnya pun harus melalui tingkatan seleksi. PPI-JP adalah organisasi masyarakat kepemudaan yang anggotanya berasal dari putra dan putri pilihan dari pelajar sekolah lanjutan tingkat atas atau sederajat yang dipilih melalui mekanisme seleksi yang diawali dari tingkat Kabupaten atau kota, tingkat Provinsi sampai tingkat nasional. Sebagai anggota yang pernah mengibarkan bendera, anggotanya disebut sebagai ‘purna’. Para purna berkumpul dan belajar berorganisasi dalam mengembangkan bakat dan keahlian diri, termasuk mempersiapkan menjadi manusia yang siap tampil dimasyarakat.

Pengalaman bekerja

  • Pasifik Satelit Nusantara
    Office-boy at GA and HRD Dept. Support | April 2001 – July 2010
    PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) is the first private satellite telecommunications company in Indonesia and a leading Asian provider of a full range of satellite-based telecommunication services, covering both fixed and mobile telephony services
  • PT Terrasys Media | Astaga Group
    Media Monitoring and Tracking | July 2010 – Sekarang
    Terrasys Communication is the leading provider of media monitoring service in Indonesia. As a company that specializes in media monitoring, Terrasys Communication is 100% objective, independent, and not owned by any media group. Our services helps corporate communications, public relations, advertising and research professionals improve their ability to access, understand and use media coverage as key components for communicating more effectively and making informed business decisions

22 Comments

  1. bayu says:

    haloo pesen pastel ya pak

  2. sandy 2009 says:

    kak ternyata kakak punya blog juga ya wah-wah mantap kak

  3. devi says:

    good job……………………………………………………………………………………………………………………………..

  4. Rumah says:

    Salam Kenal Kang ^_^

    Semangat Terus Untuk Berkarya ^_^

  5. Kontraktor says:

    Terus semangat n berjuang yah…

    salam kenal..

  6. Dokter Anak says:

    haii…salam kenal aja ya..sukses

  7. Aditya says:

    Mantab! Teruskan menulis bro..🙂
    salam sukses..

  8. emm calon penulis yg berkulitas nih😀

  9. kenwil says:

    bro gw acungkan jempol gw untuk ente bro sukses selalu……

  10. Darwin says:

    Jempol yg mana Ken ??
    wakaka .. anyway, Tks ur support ya ..
    tetap dan terus berselancar ..

    Rgds

  11. Zulfikar says:

    Mantaaaaaaaaap…..!!!!

  12. kids party says:

    salam kenal dan sukses slalu yaa…

  13. asekk tulisan yang inspiratif nih…
    lanjutkan yah…

  14. Dj MAMAYIBAI says:

    BRO>>>>keep movin yoooo

Darkwin Web's Official

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s