Home » PAGE 5.9 – PPI dan Paskibraka

Category Archives: PAGE 5.9 – PPI dan Paskibraka

Cerita ‘Pelataran Merah’ Walikota Jakarta Pusat

pelatran-jp1[BLOG] Walikota Jakarta Pusat, tempat bersejarah yang masih dan akan terus kita ingat. Selain nama walikota ada juga nama atau istilah Pelataran Merah. Dulu kita pernah punya cerita tentang Pelataran Merah. Satu tempat yang berada di depan lapangan Walikota Jakarta Pusat. Mengapa dikatakan ‘Pelataran Merah’, karena tempat ini memiliki warna ubin merah yang posisinya agak tinggi dari lapangan dimana kita biasa berlatih baris berbaris. Ubin merah ini, pada hari kerja, pihak walikota biasanya digunakan inspektur upacara memberikan pidatonya. Bagi anggota Paskibraka Jakarta Pusat, khususnya angkatan 2000 keatas, tempat ini cukup prestisius (terhormat, bergengsi, dan sebagainya). Tempat ini menjadi ‘singgasana senior’ dalam memberikan arahan dan didikan kepada kami, anggota baru calon Paskibraka. Mitosnya, bagi yang belum menjadi senior, tidak boleh menginjak kakinya di Pelataran Merah tersebut. Entah siapa yang memulai dan memberikan aturan seperti itu. Nyatanya, semua anggota paham dengan kondisi saat itu.

Salam Paskibraka!

—–

* Darwin, PPI Jakarta Pusat 1998
Advertisements

Ban Motor Bocor dan Sedan 2408 XA

Dipertengahan jalan Wijaya, seketika ban motor terasa oleng ke kiri-kanan. “Wah ban gue kenapa nih, bocor lagi kayaknya nih!” duga hati sambil minggirin motor Spacy gue. Bener dah! Ban motor gue bocor dan sialnya tak nampak tukang bengkel motor disekitar situ. Terpaksa dorong sambil tanya orang sekitar situ dimana bengkel terdekat. Lumayan olahraga dorong motor pagi-pagi. Amsyong dach!!

Oia, baru inget sahabat dan teman seperjuangan dulu, Lutfi ‘Ipu’ Mediyanto, Paskibraka tahun 1998, Komandan Ipu ‘kan dinas dekat komplek perumahan situ, langsung aja BBM laporan sama Komandan. Setelah dapat arahan, dapatlah bengkel motor terdekat situ. Kebetulan Komandan posisi lagi diluar, sambil diberesin motornya, ngupi-ngupilah deket tempat dinasnya itu. “Ntar gak usah bayar, bilang tanggung jawab gue” tulis komandan balas BBM gue. “Mantabh .. Thanks, Ndan!”. Gak lama, setelah motor beres, datanglah Komandan dan ngobrol-ngobrol kita sampil seruput yang ada disitu ..

Sengaja gak pampang foto kita berdua, tapi ada yang menarik disela-sela ngobrol kita. Nampak di kejauhan mobil sedan dengan plat B 2408 XA terparkir cantik depan rumah. “Itu mobil yang pernah lu bawa 98 jalan-jalan ke Tangerang sampe pagi buta yang didalam mobil itu penuh sesak ‘empet-empetan’ sama 98?” celetuk gue seraya bertanya keheranan. “Itu inventaris 98” singkat jawaban Komandan Ipu. Geleng-geleng gue ngebayangin moment saat itu bersama 98. Wah, menarik cerita tentang 98 yang dulu-dulu. Dan sekarang, cerita itu hanya kenangan yang ada. Tapi, masih adalah satu atau dua orang yang masih bisa diajak bersua dan ngupi-ngupi walau sekadar mengurai memory dahulu kala …

"Percikan-percikan Kekecewaan"

“Pada social media, ada sedikit pergolakan dengan tingkat didih yang cukup menggetarkan kernyit didahi. Percikan-percikan kekecewaan yang jika tidak segera di ‘indah’kan, bisa menjadi kerikil yang ‘mengantup’ langkah manis kalian | Selamat Malam, Sahabat!”

Itulah komentar atau opini saya pribadi setelah menyimak perkembangan di social media teman-teman organisasi Paskibraka Jakarta Pusat pasca perhelatan tertinggi organisasi yaitu Musyawarah Kota pada akhir November 2014 yang lalu digelar. Perkembangan social media yang cukup pesat, memudahkan anggota kita menyampaikan ‘luapan’ perasaannya terhadap suatu hal yang menurut mereka perlu dikomentari dan didengar publik. Wadah resmi yang ada, menurut [asumsi] saya belum mampu mewakili kegundahan yang saat itu mereka alami. Biarlah menjadi pendewasaan kita bahwa dengan perbedaan pendapat itu akan menjadi lebih majemuk organisasi kita.

Congratz, Ovi!

Selamat untuk Ovi dan Pandu : “Telah lahir putri pertama kami, Alshaeema Divya Tunggadewi Sudewo pada hari Sabtu, 2 Mei 2015 pukul 19.02 WIB. Semoga menjadi anak sholehah dan bijaksana serta memberi pengaruh yg mulia … amin”

Kelahiran Seorang Anak

[Darkwin Blog] Dapat kabar kelahiran? Pasti senanglah mendapat kabar dari sahabat yang baru saja melewati proses melahirkan dan dianugerahkan seorang bayi yang lucu. Ya, kelahiran seorang anak adalah hal yang ditunggu-tunggu. Proses menuju kesana yang selalu dinanti-nantikan dari pasangan manapun. Baik pasangan muda atau yang sudah mempunyai anak sekalipun. Anak adalah warna adalah kehidupan, anak juga sebagai penyejuk dalam sebuah rumah tangga. Anak juga mampu memberikan aura rumah tangga menjadi lengkap dan teduh. Seorang anak juga mampu melunakkan keras nya seorang ayah menjadi seorang yang lembut, penyabar, penyayang dan lain sebagainya. Itu adalah mukjizat dari seorang anak, tentu tidak bisa kita pungkiri.

Ya hari ini mendapat kabar teman yang baru saja selesai melewati proses persalinan. Sebelum-sebelumnya, menanggapi sebuah kelahiran adalah hal yang biasa saja. Entah kenapa, kali ini ketika kita mendengar dan mendapatkan kabar kelahiran sungguh mendebarkan dan amazing sekali. Mungkin hal ini disebabkan istri dirumah yang saat ini sedang menjalani proses kehamilan yang usianya beranjak dibulan kedua. Usia kehamilan yang masih muda. Sangat rentan dan butuh ekstra hati-hati dalam menjaganya. Tiap detik merasakan proses pertumbuhan si jabang bayi. Itu sungguh tak didapat di manapun ..

Oia, sahabat yang saya ceritakan diatas, dia adalah Rofiah atau Ovi yang merupakan sahabat, adik, dan teman di Paskibraka Jakarta Pusat. Pandu, sang suami, yang juga anggota Paskibraka DKI Jakarta pasti dan sudah tentu sangat berbahagia dengan hadirnya adik kecil nan mungil ini. Kita pun demikian. Sangat senang mendengar kabar ini. Berita ini, oleh sayang Ayah lantas diposting dalam halaman social medianya dan langsung menyebar keseluruh pertemanan semua. Ucapan doa dan selamat untuk sahabat kita ini. “Harapan dan doa selalu untuk kebaikan agar menjadi anak yang sholehah dan bijaksana serta memberi pengaruh yang mulia” tulis sang ayah dalam akun social medianya.

Sembilan Delapan, LOST!

Saat melihat foto ini, mungkin bisa membuat teman-teman Paskibraka 1998 tersenyum malu-malu atau sedikit malu dengan foto jadul tersebut. Ya, ini adalah foto saat santai pelaksanaan pelatihan Paskibraka, tepatnya saat training center calon Paskibraka Jakarta Pusat tahun 1999 di Kwini, Jakarta Pusat. Saat-saat santai tersebut dimanfaatkan dengan berfoto ria. Perlu dicatat, dulu kalau mau berfoto harus pakai kamera film atau kamera LSR (itu juga gak banyak yang punya). Gak kayak jaman sekarang, pakai handphone bisa langsung jeprett. Maka dari itu, master dari foto ini masih dalam bentuk cetak foto, bukan soft-digital. LINK

"Moment itu …"

Saat melihat foto ini, mungkin bisa membuat teman-teman 98, –sebutan dari teman-teman alumni Pengibar Bendera Pusaka di jakarta Pusat tahun 1998, tersenyum malu-malu atau sedikit malu dengan foto jadul tersebut. Ya, ini adalah foto saat santai pelaksanaan pelatihan Paskibraka, tepatnya saat training center calon Paskibraka Jakarta Pusat tahun 1999 di Kwini, Jakarta Pusat. Saat-saat santai tersebut dimanfaatkan dengan berfoto ria. Perlu dicatat, dulu kalau mau berfoto harus pakai kamera film atau kamera LSR (itu juga gak banyak yang punya). Gak kayak jaman sekarang, pakai handphone bisa langsung jeprett. Maka dari itu, master dari foto ini masih dalam bentuk cetak foto, bukan soft-digital.