Home » PAGE 3.2 - Berita Koran » Jawa Pos » Dikira Biawak, Bocah Tewas Tertembak

Dikira Biawak, Bocah Tewas Tertembak

KEDIRI – Karena dikira biawak, Mohammad Mustofa Habibi secara tidak sengaja tertembak senapan angin milik tetangganya. Bocah yang duduk di kelas IV SD tersebut akhirnya meninggal Minggu lalu (3/1) setelah beberapa hari dirawat di sebuah rumah sakit di Kota Malang.

Peristiwa di Sungai Kalilanang, Dusun Karangnongko, Desa Susuhbango, Kamis lalu (31/12) itu berakhir secara damai. Sebab, keluarga korban memaafkan pelaku, Sumali, karena masih memiliki hubungan darah.

Syamsudin, 70, warga sekitar, membenarkan adanya insiden tersebut. Meski sempat heboh, kedua keluarga berdamai. Sebab, keluarga Habibi dan Sumali masih punya hubungan darah. “Tunggal sebuyut,” ujamya kemarin (5/1). Selain itu, keduanya bertetangga. Rumah Sumali hanya berjarak sekitar 100 meter sebelah timur rumah Habibi. Setelah menembak Habibi secara tidak sengaja, terang dia, Sumadi terlihat sangat shock. Apalagi, saat peristiwa itu, pria yang sehari-hari beternak burung puyuh tersebut dililit masalah rumah tangga dengan istrinya.

Menurut Syamsudin, keluarga Sumali telah menanggung biaya perawatan Habibi selama dirawat di Malang. “Habis lebih dari Rp 60 juta,” tuturnya. Keluarga Syamsudin juga menanggung seluruh biaya selamatan Habibi.

Peristiwa tersebut terjadi sekitarpukul 13.00. Saat itu, korban pulang dari mengikuti ayahnya, Imam Mahmudi, di sawah. “Dia pamit untuk mandi di sungai di belakang rumahnya,” bebemya. Sesampai di Sungai Kalilanang, Habibi pun mandi. Saat itu, Sumali datang dengan membawa senapan angin. Dia menyusuri tangkis Sungai Kalilanang dan hendak berburu biawak. Sekitar 5 meter dari TKP, Sumali tiba-tiba melihat ada yang bergerak di air. Karena mengira itu biawak, dia mengarahkan senapannya.

Lalu, dia menekan pelatuk senapan. Setelah menembak, Sumali menceburkan diri ke aliran sungai. Dia menubruk sasarannya hingga berhenti bergerak. “Saat dibopong ke atas tangkis, dia barn sadar ternyata itu adalah Habibi: tuturnya. Sekujur tubuh Habibi bersimbah darah yang mengucur dari lubang bekas tembakan senapan angin di pelipis kanannya. (c2/c6/dwi)

Advertisements

Darkwin Web's Official

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s